SaJAk tAhUn BaRu





sajak tahun baru


setahun sudah berlalu
di pnghujung tahun ini,
tidak dengar kita geletar tanah yang kian resah

namun tangisan-tangisan alam 
kian parah penuh ranggi memarah
goncang alam membantah?

tidakkah kita tahu kenapa itu berlaku
bumi kian uzur dimamah waktu
kita jua begitu

usah kita dusta lagi demi kepentingan diri
usah kita pura-pura lagi seperti tidak mengerti
tidak mendengar pesan ngeri.
tidak terlihat lagi kelibat sang unggas
teramat pilu sepi membantah 
mengganas seganas gunung berapi.

bisik pohon,deru angin,geger laut,dingin bayu.
adakah patut kita bergelar insan?
segila memamah tanah,meracun air,mencemar udara..

nanti suatu tika tiada lagi rerumput segar mekar.
sang unggas di angkasa raya,
ikan berenang di lautn luas,
serangga-serangga yg melata di bumi dan di dalam tanah..

tiada lagi kita terjumpa kerangka biawak,
tetulag tetupai disana sini,bebangkai paus terdapar dipantai 
dan tetaring sang rimau dan gading sang gajah.

suatu hari nanti kita hanya bisa terserempak kijang dan pelanduk
dalam sepihan mimpi dan igaun ngeri,
kian tahun kita makin dicekau luka lara dunia.

ditahun mendatang ini, sebaik mentari menjelang,
harap kita tidak tersedu mewarisi bumi yang gersang.

harap tahun baru yang mendatang,
kita dapt menempuh apa yang mendatang
membaiki apa yang kurang..

selamat tahun baru
tinggal mu 2012 dalam kenangan
2013 mendatang
harap kita lebih matang

BilA cINtA kAu DuStA







Bila cinta kau dusta

sedu-sedu tangis menghiris menggores jiwa
tatkala peluh-peluh keringat membanjir dilengkup hati yang terkoyak
asa masih berpangku mendawai syair sembilu kalbu
menghirup tangis sendu saat rindu mula memburu


hati ini tergugat binasa terpanah api dusta
kusangka manis yang kusapa 
ternyata pahit kan ku telan jua
kusangka pelangi akan menjelma tatkala huajn menghilang tiba 
ternyata malam gelap yg menyapa

goresan rinduku hanya terselit dalam permainan manja mu

kusemai cinta ini didalam kalbuku
kerna disitu tersisip lafaz-lafaz manis mu

namun kenapa harus tadbircinta yg disingkap hanyalah kepalsuan semata

bahgia rupanya hanyalah bunga sekadar bunga tidur yang hanya sekadar mimpi semata..
apabila terjaga semuany hilang

egokah diri ini membentak hati
membuta mataku
memekak telingaku dalam keranda cintamu



terilhamnya puisi ini apabila melihat kawanku uhuk uhuk uhuk

ubat batok cap ibu dan anak ibu berii...... setiap puisi ada cerita disebalikny hehehe

♥ rasa ♥




 Rasa ♥


kata pujangga dari mata meresap ke jiwa
tapi bukan hanya itu sebabnya
dari tentang mata timbul rasa suka
dari kata-kata
hadir rasa cinta

saat itu bermula suatu cerita
cerita tentang kita

tentang suka,
duka,percaya

mereka kata kita salah
tapi takkan kita mengalah
kerna muncul cinta ini disebalik kisah
yang sukar untuk diluah
yang sukar untuk di olah
sukar untuk diterjemah

namun sampai bila cinta kita kan teguh 
walaupun jiwa semakin lenguh

hari demi hari
bulan silih berganti
konfik mula mencari
tatkala hati bagai ingin lari pergi 
dari semua ini

dicelah-celah 
kegusaran, kesengsaraan
atas nama perhubungan tibul bait-bait kebahgiaan
bila kita mengerti apa itu kesetian dan pengorbanan

kebahgian akan tiba jika kita sabar menempuhnya...



BoNda


my mother and my father hew hew hew

bonda

bonda
jiwa mu bak permata delima
kasih mu bagai sang suria menyinari maya
kau laksana pelita menyinari hati hamba

bonda
kau pahlawan yang menyelamatkanku tika dulu lahirku
kau selalu disisi tatkala tiada yang mengerti
dalam mengharungi dunia ini
menerjah ombak kehidupan yang berliku

oh bonda
kasih sayngmu tiada dpt ku kira
melebihi dunia dan isinya
bondaku sayang..
hingga ajal dan maut menjelang
aku akan selalu mengenang
pengorbananmu begitu mengagungkan

bonda 
tidak dpt kubalas jasamu walau aku berusha hingga ajalku
hanya ucapan kasih dan doa mampu ku panjatkan
yang tersirat ikhlas 
dari kalbu
kau bonda segalanya bagiku

PaNTai KEnaNGAN





pantai kenangan



pantaiku
tiap kali mata memandangmu
menggamit sayu
rindu kembali bersatu
memori silam kembali mengetuk kalbu

desir sang ombak
membawa seribu erti kehidupan
rinduku pada pantai
rinduku pada pasir
rinduku pada gelombang
kehidupan anak pantai

tika dulu 
kanak-kanak berlari ditepianmu
meninggalkan jejak digigi air
samapai waktukan hilang dihempas ombak

namun walau sekuat mana ombak membadai 
takkan mampu menghilangkn keindahan mu sang pantai
begitu jua dengn kenangn yang ditinggalkan

badai gelora itu sama menghempas
cuma kita di pantai berbeza
memijak karang siput-siput laut
indah menikam kaki
segalany telah tercurah tanpa rahsia
dalam salam ombak setia

ombak dan pantai adalah teman sejati
melakar segala memori segaris kenangan setiap insan. 
baru ku mengerti
betapa pantai ini begitu mengharap kehadiran ombak saban hari....

BIcaRA hATi...


BICARA HATI


ku ukir kata bicara sekeping hati
di sehelai lembaran kertas kumal
agar satu masa 
kau bisa membacanya
kau bisa mnghayati bait-bait bicara kata


aku bicara pada sang pena 
disaksi unggas mentari



segelap sehitam dakwat
diberus digosok tiada memutih
aku bertanya pada hati
mengapa ia semakin ditkotori
bukankah janji sudah dimetrai
sekadar membahang wahai sang api



sepekat semerah darah
mengalir ia bersama anasir-anasir asing
bukankah akal sudah berpesan jangan lah ikut jiwa yang gersang
biakkanlah ia mengalir pulang



sesejuk sebiru lautan
menghempas tepian menjadi badai
hati meronta jangan diikutkan
akal menangis merayu dihentikan
mulut berbicara setajam sang pedang
tinggal tubuh yang ketandusan tiada berkesudahan



tersentak aku dari lamunan
andai kata salah dilepaskan
merayu menangis
tiada berkesudahan
contengan dihati menjadi kusut di jiwa
ampun maaf segala kesalahan



omongn kosong aku akhiri
bersama kesal pilu dihati
titisan air meminta peluang
tiada ingin berkesorangan
aku melutut memohon keampunan
kepada sang pencipta seluruh kehidupan..

PuIsi BuatMU...


PUISI BUATMU

duhai mentari bisakah kau menulis sebaris puisi
sebagai tanda cinta yg suci
supaya dapatku kalung untain puisi cinta ini
buatnya

aku menanti disudut pagi mengendong seribu harapan ucapan mesra dariny

wahai kekasih
engkau umpama perisai malam
yang selalu terjaga menanti pagi
sambil menggenggam sekantung harapan
kelakkan digantung disetiap hela nafasku

sampai dini menjelang 
kau juga embun pagi
yang menjadi penyejuk hati dikala sunyi
yang selalu menyanyi menanti senja
sambil menjelang malam

engkau pelangi senj
yang menghiasi sang petang
menunggu malam
seraya mewarnai dunia
yang kelak kau lukiskan dijantungku
sampai malam berganti pagi

hadirmu bagai mimpi yang menerangi gelap hati

cinta yang bersarang di hati ada kalanya mengundang pelbagai rasa
namun ada antara kita buta menilai cinta
biar hati diguria dihiris derita
namun masih rela ditempuhi
semuanya kerna
CINTA...

PAhlaWAn AgmA....


pahlawan agama

tika budi hampir punah
di waktu islam hancur musnah
terkenangku nabi membawa hidayah
pahlawan agama yang gagah
pembawa undang-undang yang indah
membebteras agama yang salah
pemimpin umat yang perkasa
membagun islam yang berjasa

hadirmu membawa ilmu yang tajam
membunuh musuh yang kejam
biar darah merah gugur kebumi
pantang undur tiada sekali
tegap hatimu seperti kota semangatmu keras bagai besi waja
engkaulah pesuruh allah tercinta
agamamu semagatmu ada dimana-mana 

jasa mu mnjadi cermin
sejarahmu akan terjamin
ajaranmu mnjadi perisai dosa 
agar hidup sentiasa sentosa

ya rasulullah.ya habibullah
tiada amal ibadah yang sempurna dan bererti
jika tiada syafaatmu 
akn sengsara akhirat nanti

Jika DUlu


jika dulu

jika dulu
ketika muhammad mendapt hidayah
terus dicerita kepada semua
beribu-ribu manusia seluruh dunia

jika dulu
ketika ab ubakar mendapatkannya
terus diberi kepada enam manusia yang dijamin syurga

jika dulu
ketika bilal mendapatkannya
terus bebas jiwa walau tubuh di mamah derita sengsara

jika dulu
ketika sumaiyyah mendapatkannya
walau hilang nyawa dr tubuhnya
diterima tanpa ragu atau noda

jika dulu
ketika umar mendapatkannya jiwakasar menjadi gusar
menjadi lembut selembut baldu mendengar ayat-ayat keramat yang membawa nikmat

itu dahulu
sekarang?
bagaimana?
ada yang gah pada nama 
bila kita rasa layak 
melalukannya untuk nama
pedang yang tidak tajam harus diasah
pedang yang tajam dihunus untuk menikam
tetapi siapa yang harus ditikam??
adakah pada saudara?
kita punya minda
kita punya kata untuk berbicara

wahai teman 
buatlah kerna mardhatillah
bukan kerna diri

There was an error in this gadget