PuIsi BuatMU...


PUISI BUATMU

duhai mentari bisakah kau menulis sebaris puisi
sebagai tanda cinta yg suci
supaya dapatku kalung untain puisi cinta ini
buatnya

aku menanti disudut pagi mengendong seribu harapan ucapan mesra dariny

wahai kekasih
engkau umpama perisai malam
yang selalu terjaga menanti pagi
sambil menggenggam sekantung harapan
kelakkan digantung disetiap hela nafasku

sampai dini menjelang 
kau juga embun pagi
yang menjadi penyejuk hati dikala sunyi
yang selalu menyanyi menanti senja
sambil menjelang malam

engkau pelangi senj
yang menghiasi sang petang
menunggu malam
seraya mewarnai dunia
yang kelak kau lukiskan dijantungku
sampai malam berganti pagi

hadirmu bagai mimpi yang menerangi gelap hati

cinta yang bersarang di hati ada kalanya mengundang pelbagai rasa
namun ada antara kita buta menilai cinta
biar hati diguria dihiris derita
namun masih rela ditempuhi
semuanya kerna
CINTA...

PAhlaWAn AgmA....


pahlawan agama

tika budi hampir punah
di waktu islam hancur musnah
terkenangku nabi membawa hidayah
pahlawan agama yang gagah
pembawa undang-undang yang indah
membebteras agama yang salah
pemimpin umat yang perkasa
membagun islam yang berjasa

hadirmu membawa ilmu yang tajam
membunuh musuh yang kejam
biar darah merah gugur kebumi
pantang undur tiada sekali
tegap hatimu seperti kota semangatmu keras bagai besi waja
engkaulah pesuruh allah tercinta
agamamu semagatmu ada dimana-mana 

jasa mu mnjadi cermin
sejarahmu akan terjamin
ajaranmu mnjadi perisai dosa 
agar hidup sentiasa sentosa

ya rasulullah.ya habibullah
tiada amal ibadah yang sempurna dan bererti
jika tiada syafaatmu 
akn sengsara akhirat nanti

Jika DUlu


jika dulu

jika dulu
ketika muhammad mendapt hidayah
terus dicerita kepada semua
beribu-ribu manusia seluruh dunia

jika dulu
ketika ab ubakar mendapatkannya
terus diberi kepada enam manusia yang dijamin syurga

jika dulu
ketika bilal mendapatkannya
terus bebas jiwa walau tubuh di mamah derita sengsara

jika dulu
ketika sumaiyyah mendapatkannya
walau hilang nyawa dr tubuhnya
diterima tanpa ragu atau noda

jika dulu
ketika umar mendapatkannya jiwakasar menjadi gusar
menjadi lembut selembut baldu mendengar ayat-ayat keramat yang membawa nikmat

itu dahulu
sekarang?
bagaimana?
ada yang gah pada nama 
bila kita rasa layak 
melalukannya untuk nama
pedang yang tidak tajam harus diasah
pedang yang tajam dihunus untuk menikam
tetapi siapa yang harus ditikam??
adakah pada saudara?
kita punya minda
kita punya kata untuk berbicara

wahai teman 
buatlah kerna mardhatillah
bukan kerna diri