BoNda


my mother and my father hew hew hew

bonda

bonda
jiwa mu bak permata delima
kasih mu bagai sang suria menyinari maya
kau laksana pelita menyinari hati hamba

bonda
kau pahlawan yang menyelamatkanku tika dulu lahirku
kau selalu disisi tatkala tiada yang mengerti
dalam mengharungi dunia ini
menerjah ombak kehidupan yang berliku

oh bonda
kasih sayngmu tiada dpt ku kira
melebihi dunia dan isinya
bondaku sayang..
hingga ajal dan maut menjelang
aku akan selalu mengenang
pengorbananmu begitu mengagungkan

bonda 
tidak dpt kubalas jasamu walau aku berusha hingga ajalku
hanya ucapan kasih dan doa mampu ku panjatkan
yang tersirat ikhlas 
dari kalbu
kau bonda segalanya bagiku

PaNTai KEnaNGAN





pantai kenangan



pantaiku
tiap kali mata memandangmu
menggamit sayu
rindu kembali bersatu
memori silam kembali mengetuk kalbu

desir sang ombak
membawa seribu erti kehidupan
rinduku pada pantai
rinduku pada pasir
rinduku pada gelombang
kehidupan anak pantai

tika dulu 
kanak-kanak berlari ditepianmu
meninggalkan jejak digigi air
samapai waktukan hilang dihempas ombak

namun walau sekuat mana ombak membadai 
takkan mampu menghilangkn keindahan mu sang pantai
begitu jua dengn kenangn yang ditinggalkan

badai gelora itu sama menghempas
cuma kita di pantai berbeza
memijak karang siput-siput laut
indah menikam kaki
segalany telah tercurah tanpa rahsia
dalam salam ombak setia

ombak dan pantai adalah teman sejati
melakar segala memori segaris kenangan setiap insan. 
baru ku mengerti
betapa pantai ini begitu mengharap kehadiran ombak saban hari....

BIcaRA hATi...


BICARA HATI


ku ukir kata bicara sekeping hati
di sehelai lembaran kertas kumal
agar satu masa 
kau bisa membacanya
kau bisa mnghayati bait-bait bicara kata


aku bicara pada sang pena 
disaksi unggas mentari



segelap sehitam dakwat
diberus digosok tiada memutih
aku bertanya pada hati
mengapa ia semakin ditkotori
bukankah janji sudah dimetrai
sekadar membahang wahai sang api



sepekat semerah darah
mengalir ia bersama anasir-anasir asing
bukankah akal sudah berpesan jangan lah ikut jiwa yang gersang
biakkanlah ia mengalir pulang



sesejuk sebiru lautan
menghempas tepian menjadi badai
hati meronta jangan diikutkan
akal menangis merayu dihentikan
mulut berbicara setajam sang pedang
tinggal tubuh yang ketandusan tiada berkesudahan



tersentak aku dari lamunan
andai kata salah dilepaskan
merayu menangis
tiada berkesudahan
contengan dihati menjadi kusut di jiwa
ampun maaf segala kesalahan



omongn kosong aku akhiri
bersama kesal pilu dihati
titisan air meminta peluang
tiada ingin berkesorangan
aku melutut memohon keampunan
kepada sang pencipta seluruh kehidupan..