MANA MUNGKIN AKAN KU MAMPU


mana mungkin akan ku mampu

Dibahu seorang lelaki ada seorang perempuan

Yang dipikulnya kemana sahaja dia berpijak

Didalam hati tak pernah rasa perit lelah
Walau pijar seluruh tubuh
Dibahunya tetap memikul perempuan itu
Acapkali dibisik dicuping telingany
“turunkan lah aku jika susah dan lelah”
Hanya senyuma terukir di wajah..
“tunggulah hingga izrail datmg mengcangkuk rohku”
Sebelum saat itu kamu adalah sesuatu yang aku mahu bebankan
Pada setiap deru nafasku”
Perempuan itu lalu tersenyum
Wajahny yang cemong tiba-tiba bersinar bercahaya
Membuatkan sang mentari tunduk lalu membenam..

Malam ini hanya kita sunyi
Dibawah pohon tua beribu usianya
Ditemani bintang-bintang malap tiada sinarnya
Sedang kita menjamah sisa-sisa roti yang masih ada 
Sedang kau suapkan ku agar terus segar untuk 
Menempuh perjalanan

Ya kamu masih dibahuku..
Dengarlah..
Jika kamu masih terjaga belom diulit mimpi lena
Mana mungkin akan ku mampu
Menjauhi dari mu
Susah senang akan ku tempuh 
Ranjau duri akan ku rempuh
Biar jasadku lumpuh
Biar hatiku luluh




Manusia dan kemanusiaan







Manusia dan kemanusiaan


entah mengapa manusia galak mengulang sejarah
lembar demi lembar peradaban dilenjan darah merah
bermula sejarah habil dan qabil
mencipta titik perseteruan durjana
syitan bertepuk tanda gembira



tiap peristiwa adalah rentetan sejarah lampau
yang dahulunya menjadi igauan
dari kejatuhan prinsip dan peganagan
satu demi satu kerikil tajam menusuk kaki 
akhirnya kembali meluka diri
manusia alpha bermain dengn percikkan-percikkan api
yang akhirnya membakar kemanusiaan diri



keegoaan akhirnya menyesat jiwa
akal waras hilang tidak diduga
terperosok di perdu kesumat jiwa
gah mengatur rentak menghunur tajam ideologi diri
bagai sang pewira yang hilang upaya



payah benarkah kiranya
kata sepakat diikat
setiakawan dirawan bukan berlawan 
menghirup madu harmoni sejagat
dan berkongsi dunia sekecil ini..?



sejarah biarkan ia berlalu pergi jailah manusia yang punyai sifat kemanusiaan







وَاتْلُ عَلَیۡہِمْ نَبَاَ ابْنَیۡ اٰدَمَ بِالْحَقِّ ۘ اِذْ قَرَّبَا قُرْبَانًا فَتُقُبِّلَ مِنۡ اَحَدِہِمَا وَلَمْ یُتَقَبَّلْ مِنَ الۡاٰخَرِ ؕ قَالَ لَاَقْتُلَنَّکَ ؕ قَالَ اِنَّمَا یَتَقَبَّلُ اللہُ مِنَ الْمُتَّقِیۡنَ (۲۷﴾

27. Ceritakanlah kepada mereka kisah dua orang putera Adam(Habil dan Qabil) yang telah berlaku dengan sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan korban, maka diterima daripada salah seorang dari mereka berdua(Habil) dan tidak diterima daripada yang lain(Qabil). Dia(Qabil) berkata : “Aku pasti membunuhmu!” Habil berkata : “Sesungguhnya Allah hanya menerima korban daripada orang yang bertakwa”


 لَئِنۡۢ بَسَطۡتَّ اِلَیَّ یَدَکَ لِتَقْتُلَنِیۡ مَاۤ اَنَا بِبَاسِطٍ یَّدِیَ اِلَیۡکَ لِاَقْتُلَکَ ۚ اِنِّیۡۤ اَخَافُ اللہَ رَبَّ الْعٰلَمِیۡنَ ﴿۲۸﴾

28. “Sungguh kalau kamu menggerakkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku, aku sekali kali tidak akan menggerakkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu. Sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan sekalian alam.”


 اِنِّیۡۤ اُرِیۡدُ اَنۡ تَبُوۡٓاَ بِاِثْمِیۡ وَ اِثْمِکَ فَتَکُوۡنَ مِنْ اَصْحٰبِ النَّارِ ۚ وَذٰلِکَ جَزٰٓؤُا الظّٰلِمِیۡنَ ﴿ۚ۲۹﴾

29. “Sesungguhnya aku ingin agar kamu kembali dengan(membawa) dosa (membunuh)ku dan dosamu sendiri, maka kamu akan jadi penghuni neraka; dan yang demikian itulah pembalasan bagi orang yang zalim.”


فَطَوَّعَتْ لَہٗ نَفْسُہٗ قَتْلَ اَخِیۡہِ فَقَتَلَہٗ فَاَصْبَحَ مِنَ الْخٰسِرِیۡنَ ﴿۳۰﴾
30. Maka hawa nafsu Qabil telah menjadikannya tergamak untuk membunuh saudaranya, sebab itu dibunuhnya, maka jadilah dia termasuk orang yang rugi.

A fairy song


tadi masa tengah bosan  x derkk koje

tiba-tiba dengan tak semena-mena teringin lak bace poem
bila ckp sal poem omputih apa g misti la william Shakespeare...
pastu ade terbace satu sajk nie mcm pendek dan mudah difahami
teman nie bkn pandai sangt omputih nie hahahaha...

dkat bawah nie ha sajak dier ...

A Fairy Song
Over hill, over dale,
Thorough bush, thorough brier,
Over park, over pale,
Thorough flood, thorough fire!
I do wander everywhere,
Swifter than the moon's sphere;
And I serve the Fairy Queen,
To dew her orbs upon the green;
The cowslips tall her pensioners be;
In their gold coats spots you see;
Those be rubies, fairy favours;
In those freckles live their savours;
I must go seek some dewdrops here,
And hang a pearl in every cowslip's ear.

William Shakespeare

lepas bla-bla-bla bace ttba teman nengok ade bnde teman x pham
biase la owang pandai bhse omputih la ktekn hahaha 2 bnda teman x tau
1- cowslip (sejenis bunga )
2-freckles ( bintik-bintik dimuka )
dengn bantuan kamus, baru la teman tau ape bnda
adehhh hahahaha

 cowslip