Manusia dan kemanusiaan







Manusia dan kemanusiaan


entah mengapa manusia galak mengulang sejarah
lembar demi lembar peradaban dilenjan darah merah
bermula sejarah habil dan qabil
mencipta titik perseteruan durjana
syitan bertepuk tanda gembira



tiap peristiwa adalah rentetan sejarah lampau
yang dahulunya menjadi igauan
dari kejatuhan prinsip dan peganagan
satu demi satu kerikil tajam menusuk kaki 
akhirnya kembali meluka diri
manusia alpha bermain dengn percikkan-percikkan api
yang akhirnya membakar kemanusiaan diri



keegoaan akhirnya menyesat jiwa
akal waras hilang tidak diduga
terperosok di perdu kesumat jiwa
gah mengatur rentak menghunur tajam ideologi diri
bagai sang pewira yang hilang upaya



payah benarkah kiranya
kata sepakat diikat
setiakawan dirawan bukan berlawan 
menghirup madu harmoni sejagat
dan berkongsi dunia sekecil ini..?



sejarah biarkan ia berlalu pergi jailah manusia yang punyai sifat kemanusiaan







وَاتْلُ عَلَیۡہِمْ نَبَاَ ابْنَیۡ اٰدَمَ بِالْحَقِّ ۘ اِذْ قَرَّبَا قُرْبَانًا فَتُقُبِّلَ مِنۡ اَحَدِہِمَا وَلَمْ یُتَقَبَّلْ مِنَ الۡاٰخَرِ ؕ قَالَ لَاَقْتُلَنَّکَ ؕ قَالَ اِنَّمَا یَتَقَبَّلُ اللہُ مِنَ الْمُتَّقِیۡنَ (۲۷﴾

27. Ceritakanlah kepada mereka kisah dua orang putera Adam(Habil dan Qabil) yang telah berlaku dengan sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan korban, maka diterima daripada salah seorang dari mereka berdua(Habil) dan tidak diterima daripada yang lain(Qabil). Dia(Qabil) berkata : “Aku pasti membunuhmu!” Habil berkata : “Sesungguhnya Allah hanya menerima korban daripada orang yang bertakwa”


 لَئِنۡۢ بَسَطۡتَّ اِلَیَّ یَدَکَ لِتَقْتُلَنِیۡ مَاۤ اَنَا بِبَاسِطٍ یَّدِیَ اِلَیۡکَ لِاَقْتُلَکَ ۚ اِنِّیۡۤ اَخَافُ اللہَ رَبَّ الْعٰلَمِیۡنَ ﴿۲۸﴾

28. “Sungguh kalau kamu menggerakkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku, aku sekali kali tidak akan menggerakkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu. Sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan sekalian alam.”


 اِنِّیۡۤ اُرِیۡدُ اَنۡ تَبُوۡٓاَ بِاِثْمِیۡ وَ اِثْمِکَ فَتَکُوۡنَ مِنْ اَصْحٰبِ النَّارِ ۚ وَذٰلِکَ جَزٰٓؤُا الظّٰلِمِیۡنَ ﴿ۚ۲۹﴾

29. “Sesungguhnya aku ingin agar kamu kembali dengan(membawa) dosa (membunuh)ku dan dosamu sendiri, maka kamu akan jadi penghuni neraka; dan yang demikian itulah pembalasan bagi orang yang zalim.”


فَطَوَّعَتْ لَہٗ نَفْسُہٗ قَتْلَ اَخِیۡہِ فَقَتَلَہٗ فَاَصْبَحَ مِنَ الْخٰسِرِیۡنَ ﴿۳۰﴾
30. Maka hawa nafsu Qabil telah menjadikannya tergamak untuk membunuh saudaranya, sebab itu dibunuhnya, maka jadilah dia termasuk orang yang rugi.
There was an error in this gadget